Laba Bersih LPCK Menguat

Jumat 07-08-2026,14:22 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat penguatan laba bersih pada semester pertama 2026 disandingkan dengan periode sama 2025.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, sepanjang Januari-Juni 2026, laba bersih emiten berkode saham LPCK itu naik sekitar 10 persen dari semula Rp208,21 miliar menjadi Rp228,35 miliar.

Di sisi lain, pada semester pertama 2026, perusahaan yang didirikan pada 1987 ini masih mengandalkan penjualan rumah dan apartemen dalam mengisi pundi-pundinya.

Porsi penjualan rumah dan apartemen merupakan yang terbesar terhadap total pendapatan LPCK semester pertama 2026, yakni setara sekitar 48 persen.

BACA JUGA:Penjualan Rumah Lippo Tumbuh 20 Persen

Pada periode sama 2025 kontribusi segmen penjualan rumah dan aprtemen juga merupakan yang terbesar, yaitu menyentuh sekitar 69 persen.

Perubahan porsi itu dipengaruhi oleh menguatnya penjualan dan pendapatan dari empat segmen LPCK lainnya, sedangkan segmen rumah dan apartemen mencatat kebalikannya.

Per akhir Juni 2026, penjualan rumah dan apartemen LPCK melemah sekitar 49 persen disandingkan dengan periode sama 2025, yakni dari semula Rp1,54 triliun menjadi Rp779,44 miliar.

Tiga segmen pemasukan milik LPCK lainnya masing-masing mencatat pertumbuhan, yakni sekitar 39 persen untuk penjualan lahan komersial dan rumah toko.

Lalu, pendapatan pengelolaan kota tumbuh sekitar 20 persen dan penjualan tanah industri juga naik 20 persen.

BACA JUGA:Mengintip Marketing Sales LPKR dan LPCK

Sebaliknya, pendapatan sewa dan lainnya terlihat turun sekitar 28 persen bila disandingkan dengan enam bulan pertama 2025.

Secara keseluruhan pendapatan LPCK turun sekitar 28 persen pada semester pertama 2026 disandingkan dengan periode sama 2025, yakni dari semula Rp2,24 triliun menjadi sekitar Rp1,62 triliun.

Per akhir Juni 2026, jumlah aset LPCK tercatat sekitar Rp10,77 triliun, sedangkan pada akhir Desember 2025 sebesar Rp11,17 triliun.

Liabilitas anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) ini turun ke level Rp3,96 triliun per semester pertama 2026 dari posisi Rp4,50 triliun pada akhir 2025.

Ekuitas LPCK tercatat menguat dari semula Rp6,67 triliun pada akhir 2025 menjadi sebesar Rp6,82 triliun pada akhir Juni 2026.

 

Kepercayaan Konsumen Tinggi

Sementara itu, sepanjang semester pertama 2026, LPCK mencatat prapenjualan (marketing sales) Rp902 miliar meningkat sekitar 14 persen dari Rp791 miliar pada periode yang sama setahun sebelumnya.

BACA JUGA:LPCK: Masih Banyak Peluang Pertumbuhan di Industri Properti

Riahan prapenjualan itu telah merealisasikan 53 persen dari target tahunan LPCK sebesar Rp1,70 triliun, mencerminkan momentum pertumbuhan yang tetap terjaga.

Menurut manajemen LPCK, pertumbuhan ini didorong oleh tingginya minat pasar terhadap produk residensial, khususnya rumah tapak yang berkontribusi sebesar 69 persen dari total prapenjualan.

Selama periode tersebut, Perseroan berhasil membukukan prapenjualan sebanyak 956 unit, didukung oleh proyek-proyek unggulan seperti Cendana Suites @ The Patio, NEO 5enses, dan The Allegra @ Casa De Lago yang terus mendapatkan respons positif dari pasar.

Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Agus Arismunandar, mengaku cukup optimistis terhadap prospek industri properti, khususnya pada segmen hunian terjangkau dan premium yang menunjukkan permintaan yang tetap kuat dan berkelanjutan.

BACA JUGA:Lippo Group Hibahkan 30 Hektare Lahan Meikarta, Siap Bangun 141 Ribu Rusun Subsidi

“Pencapaian 53 persen dari target prapenjualan tahunan pada semester pertama mencerminkan kepercayaan konsumen yang tetap tinggi terhadap produk kami. Ke depan, kami optimistis dapat melanjutkan kinerja positif ini dengan tetap berfokus pada kualitas produk, ketepatan waktu pembangunan, serta kepuasan pelanggan,” kata Agus dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.

Per akhir Juni 2026, pemegang saham LPCK terdiri atas PT Kemuning Satiatama sebesar 89,00 persen dan masyarakat 11,00 persen.

 

(*)

Kategori :