Penjualan Rumah Intiland Naik 10 Persen

Kamis 06-08-2026,10:25 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id - PT Intiland Development Tbk (DILD) membukukan peningkatan penjualan rumah sekitar 10 persen pada semester pertama 2026.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, penjualan rumah PT Intiland Development Tbk tercatat sebesar Rp254,12 miliar per akhir Juni 2026.

Sebaliknya, pada enam bulan pertama 2025, penjualan rumah PT Intiland Development Tbk masih bercokol di angka Rp231,05 miliar.

Segmen penjualan rumah menjadi salah satu tulang punggung pendapatan emiten berkode saham DILD di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut.

BACA JUGA:Formasi Pemegang Saham Intiland Terbaru

Sepanjang Januari-Juni 2026, kontribusi penjualan rumah tercatat sekitar 24 persen terhadap total pendapatan perusahaan yang didirikan pada 1983 ini.

Proyek perumahan Intiland tersebar di sejumlah kota, antara lain di Jakarta dan sekitarnya, yakni Serenia Hills, Pinang Residence, Magnolia Residence, dan Talaga Bastari.

Lalu, di Surabaya dan sekitarnya, yaitu Graha Famili, Graha Natura, Amesta Living, Tierra Residensial, dan Plaza Segi Delapan.

Bila penjualan rumah yang menempati posisi ketiga terbesar penyumbang pundi-pundi Intiland mampu mencatat pertumbuhan, kontributor utama, yakni penjualan kawasan industri justru mencatat penurunan.

BACA JUGA:Land Bank Intiland Cukup Sampai 20 Tahun

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, penjualan kawasan industri DILD turun sekitar 32 persen pada enam bulan pertama 2026 disandingkan dengan periode sama 2025.

Per akhir Juni 2026, penjualan kawasan industri sekitar Rp268,57 miliar, sedangkan per akhir Juni 2025 masih bertengger di posisi Rp393,97 miliar.

Sebaliknya, penyumbang kedua terbesar, yakni dari segmen fasilitas juga senasib dengan penjualan rumah, mencatat pertumbuhan.

Pada semester pertama 2026, pendapatan dari segmen fasilitas pemilik proyek South Quarter, Jakarta ini tumbuh sekitar 8 persen, yakni dari Rp244,50 miliar menjadi sebesar Rp257,93 miliar.

Secara keseluruhan, pendapatan pemilik proyek Batang Industrial Park, Jawa Tengah itu turun sekitar 11 persen pada semester pertama 2026.

BACA JUGA:Optimisme Intiland Berbuah di Lini Perumahan

Mengutip laporan keuangan Perseroan, pada enam bulan pertama 2026, pendapatan DILD tercatat sekitar Rp1,08 triliun.

Sebaliknya, pada periode yang sama 2025, pendapatan Intiland masih bertengger di posisi Rp1,22 triliun.

Penurunan pendapatan ikut memengaruhi torehan laba bersih pemilik proyek Graha Famili, Surabaya, Jawa Timur ini.

Pada periode Januari-Juni 2026, laba bersih Intiland turun sekitar 27 persen bila dibandingkan dengan per akhir Juni 2025.

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, laba bersih DILD per akhir Juni 2026 sekitar Rp9,20 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 masih di posisi Rp12,56 miliar.

Sementara itu, per akhir Juni 2026, Intiland membukukan aset Rp12,84 triliun, lebih rendah bila disandingkan dengan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp13,12 triliun.

BACA JUGA:Begini Penjualan Rumah Intiland Development Lima Tahun Terakhir

Penurunan juga dibukukan DILD di lini liabilitas, yakni dari semula Rp6,33 triliun pada akhir 2025 menjadi sekitar Rp6,06 triliun per akhir Juni 2026.

Per akhir Juni 2026, perusahaan yang masuk Bursa pada 1991 ini mengoleksi ekuitas senilai Rp6,77 triliun, sedangkan pada akhir 2025 masih di level Rp6,79 triliun.

Per akhir Juni 2026, para pemegang saham Intiland terdiri atas UOB Kay Hian Pte Ltd Sre-Hope Diamond Management Ltd sebesar 22,85 persen, dan Bali Private Villa (S) Pte Ltd 7,49 persen.

Selain itu, para pemegang saham lainnya adalah Lo Kheng Hong 7,34 persen, Utama Gondokusumo (wakil direktur utama) 1,48 persen, Sinarto Dharmawan (wakil komisaris utama) 0,64 persen, PT Graha Intan Mandiri (piihak berelasi) 0,01 persen , Hendro S Gondokusumo 0,00 persen, dan masyarakat 60,19 persen.

BACA JUGA:Intiland Kantongi Penjualan Perumahan Rp422,71 Miliar 

(*)

Kategori :