Living Lab Ventures Gandeng Perusahaan Jepang

Selasa 04-08-2026,12:03 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id- Tren arus masuk investasi dari Jepang (foreign direct investment/FDI) mendorong Living Lab Ventures (LLV) berkolaborasi dengan PT Nihon M&A Center Indonesia (NMAI).

“Jepang telah lama menjadi salah satu mitra strategis terpenting Indonesia dalam bidang investasi dan pengembangan bisnis,” kata Bayu Seto, partner at Living Lab Ventures dalam keterangan tertulis dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memerlihatkan minat investor Jepang yang cukup tinggi terhadap Indonesia. Pada 2025, realisasi FDI Jepang mencapai US$3,12 miliar atau sekitar Rp50 triliun.

Angka itu naik cukup signifikan bila disandingkan dengan realisasi arus masuk investasi Jepang ke Indonesia pada 2021 yang masih bertengger di level US$2,3 miliar atau setara sekitar Rp33 triliun.

BACA JUGA:Leyora, Buah Duet SML dan Pengembang Jepang

”Melalui kolaborasi dengan PT Nihon M&A Center Indonesia, kami memperoleh akses ke salah satu jaringan M&A (merger dan akuisisi) terbesar di Jepang yang memungkinkan kami menghubungkan perusahaan dan startup Indonesia dengan korporasi serta investor strategis Jepang secara lebih efektif,” kata Bayu.

Maklum, grup dari Jepang itu berpengalaman dalam memfasilitasi lebih dari 10.000 transaksi merger dan akuisisi (M&A).

LLV akan memanfaatkan jaringan korporasi, investor, dan ekosistem bisnis NMAI untuk mengidentifikasi peluang investasi serta memperluas akses perusahaan dan startup Indonesia ke pasar Jepang.

”Kemitraan ini semakin memperkuat peran LLV sebagai platform investasi lintas negara, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi kolaborasi, investasi, dan pertumbuhan bisnis jangka panjang antara Indonesia dan Jepang,” tutur Bayu.

Dia menambahkan, berbasis di BSD City, salah satu ekosistem inovasi terdepan di Indonesia, LLV secara aktif menghubungkan perusahaan global, investor, dan pelaku usaha dengan berbagai peluang kolaborasi dan ekspansi di salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara.

BACA JUGA:Oakhouse Kelola 5.000 Kamar Hunian di Jepang

Hingga kini, LLV telah mengelola pendanaan dan portofolio perusahaan lebih dari US$100 juta, yang telah dialokasikan untuk mendukung berbagai peluang investasi dan pertumbuhan bisnis di berbagai sektor.

“Kami merasa terhormat dapat menjalin kemitraan dengan LLV, strategic investment arm dari Sinar Mas Land, salah satu kelompok usaha properti terkemuka di Indonesia,” tutur Kosuke Kawata, president director PT Nihon M&A Center Indonesia,

Dia menyatakan, kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat aktivitas pihaknya di Indonesia sekaligus memperluas peluang investasi serta merger dan akuisisi lintas negara antara Indonesia dan Jepang.

”Dengan menggabungkan kapabilitas investasi dan kekuatan ekosistem LLV di Indonesia dengan jaringan korporasi Jepang serta keahlian advisory yang kami miliki, kami berharap dapat menciptakan nilai jangka panjang dan mendukung pertumbuhan bisnis di kedua negara,” ujar dia.

BACA JUGA:Sawangan Kian Diramaikan Pengembang Jepang

Dalam implementasinya, kedua pihak akan memberikan dukungan bagi perusahaan Jepang yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi perusahaan Indonesia untuk menjalin kemitraan dengan investor strategis dan korporasi di Jepang.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui diskusi strategis secara berkala, pengembangan proyek bersama, serta penunjukan perwakilan dari masing-masing pihak untuk memastikan berbagai inisiatif dapat berjalan secara efektif. Setiap peluang kerja sama yang terjalin akan ditindaklanjuti melalui perjanjian definitif sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan strategis kedua pihak.

Sementara itu, LLV yang merupakan corporate venture capital (CVC) dari Sinar Mas Land dan NMAI, bagian dari Nihon M&A Center Holdings Inc, Jepang mengawali kolaborasi dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), di Marketing Office Sinar Mas Land, BSD City, Tangerang, Banten, Jumat, 31 Juli 2026 .

Penandatangan MoU dilakukan oleh Bayu Seto dan Kosuke Kawata.

BACA JUGA:Pasar Indonesia Peluang Luar Biasa bagi Jepang 

(*)

Kategori :