Jakarta, landbank..co.id - Realisasi penyaluran kredit pemilikan rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) menyentuh 121.859 unit sepanjang Januari-Juli 2026.
Mengingat target penyaluran KPR FLPP tahun ini sebesar 350 ribu unit, torehan per akhir Juli 2026 itu setara dengan sekitar 35 persen dari target.
Realisasi KPR FLPP sepanjang Januari-Juli 2026 turun sekitar 17 persen bila dibandingkan dengan torehan pada periode yang sama 2025.
Mengutip data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), nilai subsidi KPR FLPP untuk 121.859 unit itu setara sekitar Rp15,16 triliun.
BACA JUGA:Di Sela Akad Massal FLPP, Prabowo: Belajar dari India
Dari sisi nilai, penurunan juga mencapai sekitar 17 persen mengingat sepanjang Januari-Juli 2025 nilai subsidi KPR FLPP masih di angka Rp18,26 triliun.
Penurunan KPR FLPP sepanjang Januari-Juli 2026 terjadi seiring turunnya realisasi bank penyalur terbesar, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Pada periode itu realisasi penyaluran KPR FLPP BTN tercatat turun 24,32 persen dari sisi unit dan melemah 23,87 persen di sisi nilai.
Penurunan BTN memengaruhi realisasi KPR FLPP secara nasional mengingat anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) merupakan penguasa pangsa pasar (market share) KPR subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
BACA JUGA:Realisasi KPR FLPP BNI Meninggi
Masih mengutip data BP Tapera, pangsa pasar BTN sepanjang Januari-Juli 2026 menyentuh angka 46,75 persen.
Market share BTN kian membesar bila digabung dengan torehan sang anak usaha, yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN).
Sepanjang tujuh bulan 2026, BSN mengoleksi market share 24,37 persen sehingga total pangsa pasar KPR subsidi BTN mencapai sebesar 71,12 persen.
BACA JUGA:Begini Realisasi KPR FLPP Semester Pertama 2026, Pemain Utama Turun
Berbeda dengan induk usaha, realisasi KPR FLPP BSN naik 0,95 persen pada rentang Januari-Juli 2026 disandingkan dengan periode yang sama 2025.
(*)