Pendapatan INPP Turun Tipis, Laba Melejit

Minggu 02-08-2026,13:18 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.id - Pendapatan PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia turun tipis sekitar 2 persen pada semester pertama 2026 disandingkan dengan periode sama 2025.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, pendapatan PT Indonesian Paradise Property Tbk per akhir Juni 2026 menyentuh sekitar Rp858,14 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 masih bertengger di posisi Rp872,11 miliar.

Penurunan pendapatan itu tak bisa dipisahkan dari melemahnya penjualan properti PT Indonesian Paradise Property Tbk selama enam bulan pertama 2026.

Masih mengutip laporan keuangan Perseroan, sepanjang Januari-Juni 2025, penjualan properti masih bertengger di angka Rp327,72 miliar.

BACA JUGA:Kuartal Pertama 2026, INPP Kantongi Laba Bersih

Sebaliknya, pada enam bulan pertama 2026, penjualan properti anjlok sekitar 24 persen ke posisi Rp248,02 miliar.

Manajemen Paradise Indonesia mengaku bahwa kontributor utama terhadap total pendapatan berasal dari segmen komersial.

Sepanjang Januari-Juni 2026, pendapatan dari segmen komersial tercatat sebesar Rp303,19 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 masih di angka Rp253,48 miliar.

Sepanjang semester pertama 2026, kinerja segmen komersial terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan kenaikan sebesar 23 persen secara tahunan (year on year/yoy).

BACA JUGA:Tahun 2025 Kinclong, INPP Siap Tambah Proyek di Balikpapan

Pertumbuhan tersebut didukung oleh tambahan kontribusi dari perluasan 23 Paskal Shopping Center yang mulai beroperasi pada ketiga 2025, sehingga turut memperkuat porsi pendapatan berkelanjutan (recurring income) Perseroan yang mencapai 71 persen.

Sekalipun pendapatan turun tipis, Paradise Indonesia mampu membalikkan keadaaan dari semula merugi Rp14,65 miliar pada semester pertama 2025, menjadi untung alias mengoleksi laba bersih Rp141,98 miliar.

Raihan laba bersih itu seiring dengan kemampuan Perseroan membukukan laba dari entitas asosiasi sebesar Rp32,36 miliar, dari semula mencatat kerugian Rp6,41 miliar di lini ini.

Khusus untuk laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, emiten berkode saham INPP di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga menampilkan peforma kinclong, yakni dari rugi Rp72,11 miliar menjadi untung Rp56,39 miliar.

BACA JUGA:Terapkan Strategi Ini, INPP Berharap Recurring Income Setor 70 Persen

“Kami bersyukur pada periode ini INPP mencatatkan performa yang solid, yang tercermin dari perolehan laba yang positif,” kata Wakil Presiden Direktur & Chief Financial Officer (CFO) Paradise Indonesia, Surina dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.

 

 

Target 2026

Manajemen INPP mengaku bahwa keberhasilan Perseroan dalam menjalankan berbagai inisiatif efisiensi operasional turut menopang peningkatan kinerja.

Hal ini tercermin dari EBITDA yang tumbuh 11 persen yoy menjadi Rp265,12 miliar per akhir Juni 2026, menunjukkan efektivitas strategi operasional yang diterapkan Perseroan.

BACA JUGA:INPP Anggarkan Capex Rp1 Triliun

Ketahanan kinerja Perseroan tidak terlepas dari strategi diversifikasi bisnis melalui berbagai portofolio properti yang dimiliki.

Kontribusi pendapatan yang berasal dari berbagai segmen usaha memungkinkan Perseroan untuk tidak bergantung pada satu lini bisnis saja.

Portofolio properti mixed-use INPP menjadi salah satu keunggulan kompetitif, di mana setiap lini bisnis saling melengkapi dalam menjaga pertumbuhan dan profitabilitas.

Meskipun terus memperluas proyek strategis di berbagai wilayah potensial, INPP juga fokus melakukan revitalisasi aset guna meningkatkan dan mengoptimalkan aset properti yang dimiliki.

Strategi ini memungkinkan Perseroan mempertahankan kinerja yang berkelanjutan di tengah dinamika industri.

BACA JUGA:Anak Usaha INPP Raih Pinjaman dari Bank Woori Saudara

Pada 2026, Paradise Indonesia menargetkan pertumbuhan yang konservatif berkisar 5–10 persen, didukung oleh mulai beroperasinya 23 Semarang Shopping Center, serta optimalisasi kinerja portofolio aset existing.

Target ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang telah ditetapkan manajemen.

“Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas pendapatan. Oleh karena itu, kami menargetkan recurring income tetap berkontribusi sekitar 70 persen sepanjang 2026,” jelas Surina.

INPP mengoleksi aset sekitar Rp10,20 triliun pada akhir Juni 2026, sedangkan pada akhir Desember 2025 masih di level Rp10,18 triliun.

BACA JUGA:Pariwisata Kian Menggeliat Bisa Bikin Kinerja INPP Menguat

“ Kontribusi dari proyek baru yang mulai beroperasi turut memperkuat kinerja portofolio aset yang telah ada,” tutur Surina.

Per akhir Juni 2026, liabilitas yang dibukukan INPP tercatat turun bila dibandingkan dengan akhir 2025, yakni dari Rp3,45 triliun menjadi Rp3,44 triliun.

Sebaliknya, ekuitas INPP naik menjadi Rp6,76 triliun per akhir Juni 2026 dari semula Rp6,73 triliun pada akhir Desember 2025.

Para pemegang saham Paradise Indonesia per akhir Juni 2026 terdiri atas Standard Chartered Bank SG S/A VP Bank A/C PT Grahatama Kreasibaru sebesar 36,24 persen, Standard Chartered Bank SG S/A VP Bank A/C Tree of Blessing Pte Ltd 28,15 persen, dan PT Propertindo Prima Investama 10,00 persen.

BACA JUGA:Bisnis Hotel dan Komersial Indonesian Paradise Property (INPP) Cemerlang

Lalu, Elysium Investment Partner Ltd 8,55 persen, CGS International Securities Singapore Pte Ltd 7,80 persen, Andi Siswaka Faisal (Komisaris INPP) 0,17 persen, Diana Solaiman (Direktur INPP) 0,11 persen, Karel Patipeilohy (Direktur INPP) 0,01 persen, dan masyarakat 8,97 persen.

 

(*)

Kategori :

Terkait

Minggu 02-08-2026,11:58 WIB

KIJA Perkuat Recurring Income