Di Sela Akad Massal FLPP, Prabowo: Belajar dari India

Jumat 31-07-2026,09:50 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.id- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengingatkan, masalah perumahan sangat vital dan krusial, serta rakyat perlu perlindungan yang baik dari alam.

Selain kebutuhan rumah masih banyak, tambah Prabowo, perumahan dan permukiman yang dibangun pun harus memiliki lingkungan asri, bersih, dan indah.

“Kita sadar apa yang dicapai sudah membanggakan, tapi kita juga sadar bahwa kebutuhannya masih banyak,” kata Prabowo saat memberi sambutan dalam Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar secara hybrid di kawasan Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026.

Presiden menegaskan, kebutuhan rumah masyarakat masih sangat besar sehingga diperlukan upaya yang lebih cepat dan massif serta inovatif.

“Kita akan belajar dari pengalaman beberapa negara. Saya tertarik dengan pengalaman bangsa India, mereka mampu membuat rumah 40 juta rumah dalam 12 tahun. Kira-kira tiga juta rumah setahun, ini sedang saya pelajari bagaimana caranya,” ujar Prabowo.

BACA JUGA:Program Tiga Juta Rumah dan FLPP, Begini Kata Prabowo

Presiden menegaskan bahwa percepatan penyediaan rumah membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, Bank Indonesia, perbankan Himbara, pengembang, hingga swasta nasional. Kerja sama tersebut mencerminkan semangat Indonesia Incorporated, yakni pihak yang besar membantu yang kecil agar dapat terus bekerja dan produktif.

“Kita ini harus jadi satu, satu tim, satu kesebelasan. Kuncinya adalah kerja sama,” kata Presiden.

Guna memenuhi kebutuhan perumahan, pemerintahan Prabowo menggulirkan Program Tiga Juta Rumah, yakni membangun tiga juta unit hunian per tahun.

Salah satu instrumen dalam mewujudkan Program Tiga Juta Rumah adalah kredit pemilikan rumah berskema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP).

Terkait kebutuhan rumah yang besar, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho pernah mengatakan, saat ini Indonesia masih menghadapi backlog sekitar 9,4 juta keluarga yang belum memiliki rumah.

BACA JUGA:Menteri PKP: Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi di Batang Lanjutkan Keberhasilan Cileungsi dan Serang

“Karena itu, FLPP menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk mengurangi angka tersebut,” kata Heru, dikutip dari laman BP Tapera.

 

Akad Massal

Sementara itu, Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa akad massal FLPP yang dilaksanakan secara serentak, Kamis, tersebar sekurang-kurangnya di 130 titik di 372 kabupaten/kota di 36 provinsi, dari Aceh hingga Papua.

Salah seorang penerima KPR FLPP, yakni Kudung Slamet, seorang asisten rumah tangga, mengaku senang akhirnya memiliki rumah sendiri. Sebelumnya, ia tinggal bersama keluarga besarnya. Kini, berkat program FLPP, ia segera menempati rumah yang telah lama diimpikan.

“Senang sekali. Prosesnya itu sangat mudah, enggak butuh lama, mudah sekali, cuma tiga mingguan langsung jadi,” kata dia, dikutip dari laman Presiden.

BACA JUGA:Strategi BP Tapera Mewujudkan 350 Ribu Rumah Subsidi

Bagi dia, rumah subsidi yang dipilih memiliki kualitas bangunan cukup baik dengan dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, serta fasilitas air dan listrik yang sudah tersedia.

Lokasi rumah tapak itu pun dinilai nyaman untuk ditempati. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas program yang memudahkan masyarakat untuk memiliki hunian terjangkau.

“Terima kasih Pak Prabowo karena bantuannya saya bisa memiliki rumah. Terima kasih banyak. Semoga makin banyak rumah-rumah subsidi,” ujarnya.

Di sisi lain, terkait FLPP, kata Heru, realisasi penyaluran KPR Subsidi FLPP tahun 2026, per 29 Juli telah mencapai 118.756 unit rumah senilai Rp14,76 Triliun.

BACA JUGA:Begini Realisasi KPR FLPP Semester Pertama 2026, Pemain Utama Turun

“Kinerja FLPP ini tidak terlepas dari dukungan dan sinergi kolaborasi dengan Ekosistem Perumahan, kami ucapkan terimakasih kepada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serikat pekerja, asosiasi profesi, serta mitra kerja penyaluran yakni PT Sarana Multi Griya Finansial (persero) bersama 43 bank penyalur yang terdiri atas enam bank Himbara, 34 bank pembangunan daerah, dan tiga bank swasta,” ujar Heru.

 

(*)

Kategori :