TOD Kian Cerah di Masa Depan, Summarecon Bangun Stasiun di Kawasan Summarecon Bekasi
Sabtu 25-07-2026,17:21 WIB
Reporter : Yetto Ceka
Editor : Yetto Ceka
Jakarta, landbank.id - Pengembangan kawasan hunian dan permukiman berbasis konsep Transit Oriented Development (TOD) kian menjadi fokus utama dalam tata kelola perkotaan nasional.
Head of Research CBRE Indonesia, Anton Sitorus, mengatakan tren pasar properti kini menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Menurutnya, konektivitas transportasi akan menjadi faktor utama dalam menentukan daya tarik sebuah kawasan, menggeser paradigma lama yang hanya mengandalkan lokasi strategis.
"Saat ini penyewa sangat selektif dengan memprioritaskan kualitas, aksesibilitas, efisiensi operasional, dan nilai jangka panjang ( long-term value). Kami melihat minat yang semakin besar terhadap pengembangan yang menggabungkan properti berkualitas dengan konektivitas transportasi yang kuat, terutama di sektor hub transportasi," ujar Anton dalam media briefing CBRE Indonesia yang dihadiri landbank.id Rabu, 22 Juli 2026.
Menyikapi hal tersebut, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) menegaskan komitmennya melalui pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Bekasi Ekstensi, Jumat, 24 Juli 2026.
President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, menegaskan pembangunan ini adalah bukti nyata sinergi sektor swasta dan pemerintah dalam mewujudkan konsep kawasan berorientasi transit.
“Ini bukan sekadar bangunan fisik semata, melainkan wujud komitmen kami untuk menghadirkan hunian yang terintegrasi sempurna dengan sistem transportasi massal,” ujar Adrianto dalam keterangan resminya yang diterima landbank.id Sabtu, 25 Juli 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa langkah ini sejalan dengan rekam jejak Summarecon yang sejak memulai pengembangan kawasan Summarecon Bekasi pada tahun 2010 dengan membangun Fly Over K.H. Noer Ali Summarecon Bekasi sepanjang 1 kilometer.
“Dibangun membentang di atas perlintasan rel Kereta Api, jembatan itu telah mempermudah konektivitas bagi masyarakat Kota Bekasi yang tinggal di sisi utara dan selatan jalur kereta api, sekaligus menjadi solusi nyata mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Perjuangan,” ungkapnya.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Adrianto mengaku sangat bersyukur kembali diberi kesempatan berkontribusi bagi kemajuan wilayah Bekasi.
“Bersyukur pada hari ini Summarecon kembali diberi kesempatan untuk ikut berperan dalam menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Bekasi. Dalam kesempatan kali ini, kami ingin berperan melalui sebuah kerjasama dengan Pemerintah untuk meningkatkan layanan aksesibilitas bagi masyarakat guna mendapatkan kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses transportasi massal, yaitu Kereta Api,” ujar Adrianto.
Lebih lanjut ia menjelaskan pembagian layanan penumpang yang akan diterapkan guna mengurai kepadatan.
“Dengan hadirnya Stasiun Bekasi Ekstensi yang merupakan bagian dari TOD Summarecon, masyarakat Bekasi akan terhindar dari konsentrasi penumpukan penumpang. Pasalnya, Stasiun Bekasi Ekstensi akan melayani para penumpang yang berasal dari arah barat dan selatan, sedangkan Stasiun Bekasi yang sudah ada saat ini akan lebih banyak melayani masyarakat dari arah utara dan timur. Inisiatif ini akan mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien, meningkatkan konektivitas kawasan, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan," terangnya.
Ia menambahkan, terwujudnya pembangunan ini tidak lepas dari dukungan dan peran aktif berbagai lembaga pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta Kementerian Perhubungan berperan penting dalam menyelaraskan pembangunan serta memastikan pelaksanaannya sesuai dengan prinsip-prinsip TOD Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono M.Sc., M.P.A., M.A., mengapresiasi langkah kolaboratif tersebut.
“Kami menyambut baik inisiatif ini. Hadirnya Stasiun Bekasi Ekstensi bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Harapannya menjadi kawasan yang semakin produktif mendukung mobilitas, kemudahan aktivitas masyarakat, dan pengembangannya sesuai dengan prinsip Transit Oriented Development (TOD) Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan, Komjen Pol. Purn. Dr. Ir. Suntana, M.Si, menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis yang mengubah pola pikir pembangunan infrastruktur.
“Groundbreaking Pembangunan Ekstensi Stasiun Bekasi dalam mendukung Transit Oriented Development (TOD) di Summarecon Bekasi merupakan langkah sangat strategis dalam pembangunan jaringan perkeretaapian. Dewasa ini tidak lagi hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, melainkan sebuah lompatan besar dalam mewujudkan pengembangan kawasan berbasis TOD yang berdampak pada peningkatan kualitas tata ruang perkotaan serta mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Melalui perluasan Stasiun Bekasi ini, kita sedang merajut masa depan konektivitas perkotaan yang lebih modern untuk menampung peningkatan kapasitas layanan dan integrasi antarmoda yang mulus. Stasiun ini diharapkan dapat menampung lonjakan penumpang Commuter Line maupun kereta api jarak jauh dengan standar kenyamanan yang jauh lebih tingg," pungkasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E., menuturkan bahwa momen ini memiliki makna lebih dari sekadar pembangunan fisik.
“Groundbreaking hari ini bukan hanya sekadar peletakan batu pertama, tetapi merupakan simbol dari langkah maju menuju tata ruang kota yang lebih baik, mobilitas yang lebih efisien, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Bekasi adalah salah satu wajah penting Jawa Barat. Kota ini terus tumbuh sebagai kawasan strategis ekonomi, hunian, dan mobilitas masyarakat. Dengan hadirnya kawasan TOD, kita berharap Bekasi tidak hanya menjadi simpul pergerakan, tetapi juga menjadi kawasan yang nyaman, produktif, dan layak huni. Sekali lagi terima kasih kepada PT Summarecon Agung Tbk yang telah menggagas acara dan pembangunan ini,” tuturnya.
Spesifikasi dan Kelanjutan Pengembangan
Secara teknis, Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi, dengan total luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi. Struktur bangunan terdiri dari tiga lantai, dilengkapi prasarana penghubung serta jembatan penyeberangan udara atau Sky Bridge.
Pembangunan stasiun ini menandai fase awal pelaksanaan Pengembangan Kawasan TOD Summarecon Bekasi. Selanjutnya, proyek akan dilanjutkan dengan pengembangan jalur transportasi massal yang menghubungkan wilayah utara Kota Bekasi, melewati kawasan Summarecon Bekasi dan area TOD, hingga terintegrasi dengan Stasiun LRT Jabodebek sepanjang kurang lebih 5 kilometer.
Dengan keseluruhan rangkaian pembangunan ini, TOD Summarecon Bekasi diharapkan menjadi percontohan pengembangan kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, melainkan pusat aktivitas terpadu yang didukung konektivitas transportasi massal yang andal, nyaman, dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, proyek pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan hasil kerja sama Summarecon bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Kementerian Perhubungan, yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bekasi.
Seremoni penekanan sirine dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono M.Sc., M.P.A., M.A; Wakil Menteri Perhubungan, Komjen Pol. Purn. Dr. Ir. Suntana, M.Si; Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, S.E; Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. H. Abdul Harris Bobihoe, M.Si; Direktur Operasi Prasarana dan Keselamatan Wilayah 1 PT KAI, Awan Hermawan Purwadinata; Managing Director Summarecon, Herman Nagaria; serta President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi. Kegiatan turut disaksikan jajaran pejabat PT Kereta Api Indonesia (Persero), beserta seluruh jajaran Komisaris dan Direksi PT Summarecon Agung Tbk.
(*)
Tags :
Kategori :