Mayoritas Capex Ciputra untuk Pembelian Landbank, Capex 2026 Rp1 Triliun

Senin 06-07-2026,12:15 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.id - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menyatakan bahwa mayoritas belanja modal (capital expenditure/capex) miliknya untuk pembelian cadangan lahan (landbank).

“Sebagian besar capex pada 2020-2023 dan tahun 2025 dialokasikan untuk pembelian lahan (landbank) yang sifatnya membulatkan tanah di lokasi yang sudah ada atau melengkapi area pengembangan milik Perseroan, untuk selanjutnya dikembangkan menjadi klaster baru dalam kurun waktu tiga tahun,” papar manajemen PT Ciputra Development Tbk.

Khusus pada 2024, PT Ciputra Development Tbk membeli lahan di lokasi yang baru yaitu di Sentul, Bogor, Jawa Barat dan Makassar, Sulawesi Selatan.

“Untuk 2-3 tahun ke depan, Perseroan belum melihat peluang yang menarik untuk melakukan landbanking di lokasi baru. Namun demikian Perseroan akan terus memantau pasar dan mengevaluasi peluang untuk itu,” kata manajemen emiten yang mengusung kode saham CTRA di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu.

BACA JUGA:Kuartal Pertama 2026, Ciputra Raih Pendapatan Rp2,56 Triliun 

Mengutip laporan keuangan Perseroan, per 31 Maret 2026, CTRA merogoh kocek Rp271,56 miliar untuk pembelian tanah.

Lalu, pada periode yang sama, CTRA memiliki tanah untuk dikembangkan senilai Rp10,02 triliun yang tersebar di berbagai kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Medan, Denpasar, Makassar, Bogor, Bandung, hingga Jakarta.

Nilai tanah untuk dikembangkan CTRA itu lebih tinggi bila disandingkan dengan per akhir Desember 2025 yang masih senilai Rp9,91 triliun.

Sementara itu, Ciputra mengalokasikan capex sekitar Rp1 triliun pada 2026, relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Selain untuk penambahan landbank, capex juga dialokasikan untuk pengembangan mal baru di Makassar dan pengembangan rumah sakit di lokasi-lokasi baru.

“Perseroan memerkirakan kebutuhan capex akan tetap berada pada kisaran Rp1 triliun per tahun,” kata manajemen Ciputra.

BACA JUGA:Penjualan Ciputra Development Tumbuh 18 Persen 

Terkait proyek di Sentul, manajemen CTRA menerangkan bahwa pengembangan proyek Ciputra Bukit Golf Sentul dilakukan dalam beberapa tahap.

Pada tahap awal Perseroan menginvestasikan dana sekitar Rp400 miliar untuk persiapan infrastruktur sampai dengan pembangunan proyeknya.

Pada 2026, proyek di Sentul diperkirakan menyumbang sekitar Rp400 miliar terhadap prapenjualan (presales) Ciputra.

“Untuk proyek Citra Bukit Golf Sentul yang menargetkan presales sebesar Rp400 miliar, dengan harga jual rumah per unit berkisar Rp3-4 miliar, maka presales diperkirakan berasal dari sekitar 150 unit rumah,” kata manajemen CTRA.

Mengutip materi paparan publik Perseroan, proyek Citra Bukit Golf Sentul memiliki rencana pengembangan seluas 152 hektare.

Proyek yang menyasar segmen menengah dan menengah atas tersebut merupakan salah satu dari dua proyek baru CTRA pada 2026.

BACA JUGA:Ciputra Gaet Rp383 Miliar dari Bisnis Hotel

Proyek baru lainnya milik Ciputra adalah Citra Homes Halim, Jakarta Timur. Proyek yang dikembangkan di atas lahan seluas 8,5 hektare itu membidik segmen menengah.

Ciputra membidik presales sekitar Rp300 miliar dari proyek membanderol hunian mulai dari Rp1,3 miliar per unit tersebut.

Sementara itu, pada kuartal pertama 2026, penjualan dan pendapatan usaha CTRA tercatat turun menjadi Rp2,56 triliun dari Rp2,73 triliun pada periode sama 2025.

Hal serupa terjadi di lini laba bersih, yakni turun dari Rp660,41 miliar menjadi Rp518,31 miliar pada periode Januari-Maret 2026.

"Perseroan memperkirakan pendapatan dan laba bersih tahun 2026 akan mengalami penurunan sekitar 10 persen, seiring dengan penurunan presales yang terjadi pada 2025. Sebagai pengembang properti (developer), Perseroan hanya bisa mengakui pendapatan pada saat unit properti diserahterimakan kepada pembeli, sehingga penurunan presales pada tahun 2025 akan berdampak pada pendapatan tahun 2026," jelas manajemen CTRA.

BACA JUGA:Penjualan Kaveling dan Rumah Ciputra Development Melejit

Di sisi lain, per 31 Maret 2026, jumlah aset CTRA tercatat senilai Rp45,81 triliun, lebih rendah disandingkan per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp47,99 triliun.

Penurunan juga terlihat di lini liabilitas, yakni dari Rp21,07 triliun pada akhir 2025 menjadi senilai Rp18,34 triliun per akhir Maret 2026.

Namun, CTRA mencatat peningkatan ekuitas, yakni menjadi Rp27,46 triliun pada akhir Maret 2026, dari semula Rp26,92 triliun per akhir 2025.

Pada akhir Maret 2026, para  pemegang saham CTRA  terdiri atas PT Sang Pelopor 53,31 persen dan Harun Hajadi 0,08 persen.

Lalu, masing-masing kurang dari 1 persen dimiliki oleh Nanik J Santoso, Tulus Santoso, dan Sutoto Yakobus.

Baca juga: Penjualan Kaveling dan Rumah Ciputra Development Melejit

Selain itu, pemegang saham pemilik proyek Citragarden City Jakarta ini adalah masyarakat 46,60 persen.

 

 

(*)

Kategori :