Agung Podomoro Land Bungkus Penjualan Apartemen Rp4,87 Triliun, 2021-2025

Rabu 01-07-2026,11:10 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.id - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) meraih penjualan apartemen sebesar Rp4,87 triliun sepanjang lima tahun terakhir, 2021-2025.

Emiten properti berkode saham APLN di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini juga kembali mencatat penguatan kontribusi penjualan apartemen terhadap total pendapatan Perseroan, terhitung tiga tahun terakhir.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, dalam rentang 2021-2025, penjualan apartemen tertinggi ditorehkan APLN pada 2022.

Ketika itu, APLN mencatat pertumbuhan penjualan apartemen sekitar 22 persen bila disandingkan dengan raihan setahun sebelumnya.

Pada 2022, segmen apartemen menjadi kontributor utama terhadap total pendapatan APLN yang kala itu menyentuh sekitar Rp4,26 triliun.

BACA JUGA:APLN Incar Marketing Sales Rp1,5 Triliun

Kontribusi apartemen sempat turun dari 33,49 persen pada 2021 menjadi 20,05 persen pada 2022, bahkan, anjlok menjadi 10,34 persen setahun kemudian.

Porsi apartemen kembali menggeliat memasuki tahun 2024 dan 2025, yakni masing-masing menjadi 11,31 persen dan 16,49 persen.

Khusus pada 2025, segmen apartemen menjadi penyumbang keempat terbesar terhadap total pendapatan Perseroan yang menyentuh sekitar Rp3,57 triliun.

Sementara itu, sepanjang Januari-Maret 2026, penjualan apartemen APLN tercatat turun sekitar 38 persen bila disandingkan dengan raihan pada periode yang sama 2025.

Mengutip laporan keuangan Perseroan, per akhir Maret 2026, penjualan apartemen APLN sekitar Rp157,88 miliar, sedangkan pada periode sama 2025 sebesar Rp254,42 miliar.

BACA JUGA:Tiga Tahun Terakhir, Penjualan Apartemen APLN Merangkak Naik

Kontribusi segmen apartemen tercatat sekitar 5 persen terhadap total pendapatan APLN kuartal pertama 2026 yang mencapai sekitar Rp2,90 triliun.

Hingga kini, p royek apartemen milik Agung Podomoro Land tersebar di sejumlah lokasi, misal, di  Podomoro Golf View, Bogor, Jawa Barat.

Lalu, terdapat di proyek properti terpadu Podomoro City Deli Medan, Sumatera Utara. Di proyek ini terdapat apartemen eksklusif, apartemen premium, dan kondominium Tribeca.

Selain di dalam proyek properti terpadu (mixed use), APLN juga memiliki sejumlah proyek apartemen yaitu Gading Nias Residences, Metro Park Residence, dan Parahyangan Residences.

Selain itu, perusahaan yang didirikan pada 2004 ini juga punya proyek apartemen di Green Lake Sunter, The Lavande Residences, dan The Pakubuwono Spring.

 

Fase Transisi

Memasuki tahun 2026, prospek usaha Perseroan akan sangat dipengaruhi oleh arah pemulihan perekonomian nasional dan global serta efektivitas kebijakan makroekonomi dalam mendorong permintaan domestik.

BACA JUGA:Penjualan Rumah APLN Naik 8 Persen

Sejumlah indikator menunjukkan bahwa tekanan terhadap industri properti berpotensi mulai mereda secara bertahap, didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga, stabilisasi inflasi, serta membaiknya sentiment konsumen.

“Namun demikian, pemulihan tersebut diperkirakan berlangsung secara selektif, khususnya pada segmen menengah ke atas yang masih bergantung pada tingkat kepercayaan dan daya beli masyarakat,” urai Bacelius Ruru, direktur utama PT Agung Podomoro Land, dikutip dari Laporan Tahunan Perseroan Tahun 2025.

Masih mengutip Laporan itu, dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Perseroan menetapkan target kinerja tahun 2026 secara lebih moderat, dengan fokus pada peningkatan profitabilitas dan kualitas penjualan. Pendekatan ini mencerminkan strategi yang lebih berhati-hati dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan ketahanan usaha.

“Secara keseluruhan, tahun 2026 dipandang sebagai fase transisi menuju pemulihan yang lebih stabil. Dengan struktur usaha yang lebih solid dan strategi yang terarah, Perseroan optimistis dapat mempertahankan daya tahan usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan secara selektif,” papar dia.

BACA JUGA:Ini Dampak Penjualan Mal bagi APLN 

Para pemegang saham Agung Podomoro Land per 31 Maret 2026 terdiri atas PT Indofica 82,72 persen, Trihatma Kusuma Haliman 5,00 persen, Direksi dan Komisaris APLN 0,02 persen, dan masyarakat 12,26 persen.

 

(*)

Kategori :