Jakarta, landbank.co.id - Program 3 Juta Rumah mendapat dukungan besar dari sektor swasta. PT Lippo Cikarang resmi berkomitmen menghibahkan lahan seluas 30 hektare di kawasan Meikarta kepada negara untuk mendukung pembangunan sekitar 141 ribu unit rumah susun (rusun) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Komitmen hibah tersebut ditandai dengan penandatanganan yang berlangsung di Ruang Sumatera Wisma Danantara, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan hibah lahan tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terutama di kawasan perkotaan yang selama ini menghadapi keterbatasan lahan.
"Berdasarkan data Susenas 2025, backlog kepemilikan rumah di Indonesia masih mencapai 9,64 juta unit. Persoalan terbesar berada di wilayah perkotaan, sehingga pembangunan hunian vertikal menjadi solusi yang harus terus kita dorong," ujar Maruarar Sirait dalam keterangan resminya yang diterima landbank.id Senin, 29 Juni 2026.
Menurut Maruarar, lahan hibah di kawasan Meikarta akan dimanfaatkan untuk membangun sekitar 141 ribu unit rumah susun subsidi dengan berbagai tipe, mulai dari satu hingga tiga kamar tidur. Pemerintah juga menyiapkan unit berukuran sekitar 45 meter persegi agar dapat mengakomodasi kebutuhan berbagai kelompok masyarakat.
BACA JUGA:Menteri PKP: Hibah Lahan Lippo Group Dorong Percepatan Program Rumah untuk MBR
Ia memastikan proses hibah lahan telah melalui berbagai tahapan pengawasan dan konsultasi dengan aparat penegak hukum sehingga memenuhi aspek tata kelola yang baik.
"Tata kelola hibah lahan ini diawasi oleh Kejaksaan Agung dan BPKP serta telah dikonsultasikan dengan KPK. Hasilnya dinyatakan clear and clean, sehingga hari ini kita dapat melaksanakan penandatanganan komitmen hibah. Kami berharap ini menjadi terobosan besar bagi pembangunan rumah susun subsidi di Indonesia," katanya.
Maruarar juga mengapresiasi dukungan BPI Danantara yang akan mengelola aset sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan proyek tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, swasta, BUMN, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah menjadi contoh sinergi dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah.
"Kami ingin memberikan kepastian kepada masyarakat sebagai calon penghuni, kepada pengembang dan kontraktor yang akan membangun, serta kepada pemerintah daerah dalam proses perizinan. Targetnya, pada akhir tahun ini masyarakat sudah dapat melakukan akad dan mulai memesan unit rumah susun," ujarnya.
Maruarar mengungkapkan, meski penyaluran rumah subsidi tapak pada tahun lalu mencatat rekor sebanyak 278 ribu unit, pembangunan rumah susun subsidi masih menjadi tantangan yang harus dipercepat untuk mengurangi backlog perumahan nasional.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi kepada Lippo Group atas kontribusinya mendukung Program Asta Cita Presiden melalui hibah lahan untuk pembangunan perumahan rakyat.
Ia menegaskan aset hibah tersebut nantinya akan dikelola oleh BPI Danantara, sementara seluruh proses hibah akan tetap dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan pengawasan Kejaksaan Agung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
BACA JUGA:Penjualan Rumah Subsidi KOCI Tembus Rp9 Miliar
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyatakan pihaknya siap menjalankan amanah pemerintah dalam mengelola aset tersebut.