Tempat Tongkrongan Anak Jaksel, Ada PIM 5

Minggu 28-06-2026,14:46 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Jakarta, landbank.co.id - Kota Jakarta Selatan (Jaksel), Provinsi DKI Jakarta punya segudang tempat tongkrongan, termasuk pusat perbelanjaan modern plus destinasi kuliner yang ciamik.

Tempat tongkrongan di kota berpenduduk tak kurang dari 2,2 juta jiwa itu tak hanya favorit bagi anak Jaksel, tapi juga bagi warga Provinsi DKI Jakarta.

Ketika zaman Orde Baru (Orba), kita mengenal tempat tongkrongan anak Jaksel yang amat kondang, yakni kawasan Blok M.

Di kawasan pusat bisnis dan perdagangan itu mencuat Pasaraya sejak tahun 1980. Kala itu, Pasaraya menjadi department store terbesar dengan luas 200.000 meter persegi (m2).

Masih tahun 1980-an, di kawasan itu juga berdiri Blok M Plaza, persisnya pada 1988. Pusat perbelanjaan modern yang kini dimiliki PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) itu menjadi daya pikat tersendiri bagi kawasan Blok M yang legendaris bagi anak-anak Jaksel.

BACA JUGA:Pendapatan dan Laba Pemilik Pondok Indah Mall Meningkat

Memasuki Orde Reformasi, kian banyak tempat tongkrongan anak Jaksel. Sebut saja misalnya, Cilandak Town Square (Citos) yang beroperasi beroperasi pada pertengahan tahun 2002.

Lalu, Lippo Mall Kemang besutan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang mulai dibuka untuk untuk umum pada 26 September 2012.

Selain itu, hadir pula Kota Klasabanka milik PT Pakuwon Jati Tbk yang diresmikan pada 31 Agustus 2012.

Kehadiran tempat tongkrongan tak semata dibalut dengan pusat perbelanjaan kebutuhan sehari-hari maupun destinasi kuliner. Kini, juga dilengkapi sarana hiburan dan gaya hidup.

 

 

Pondok Indah Mall

Di sudut lain Jaksel, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) merintis tempat tongkrongan bergengsi sejak tahun 1989.

BACA JUGA:Selain Mal Pondok Indah, Plaza Indonesia Juga Menggeliat

Langkah itu diawali dengan pembangunan Pondok Indah Mall 1 (PIM 1) di atas lahan seluas 4 hektare. PIM 1 mulai beroperasi pada 1991.  

“PIM-1 merupakan pusat perbelanjaan satu-satunya di Jakarta yang terletak di daerah perumahan,” dikutip dari Laporan Tahunan PT Metropolitan Kentjana Tbk Tahun 2025.

Pusat perbelanjaan modern itu memiliki tiga lantai dengan luas area yang disewakan sekitar 51.585 meter persegi dan kapasitas parkir untuk sekitar 1.744 mobil serta dilengkapi dengan fasilitas taman rekreasi air (water park).

Masih mengutip Laporan Tahunan MKPI, PIM-1 mengalami beberapa kali perluasan bangunan dan terakhir pada 2011 diperluas dengan tambahan area bangunan Street Gallery yang memiliki area sewa seluas sekitar 8.741 meter persegi dan mulai beroperasi pada pertengahan 2013.

“Dengan perluasan ini, maka area PIM-1 yang dapat disewakan bertambah menjadi  sekitar 60.326 m2. Per 31 Desember 2025, tingkat ketersewaan PIM-1 mencapai  sekitar 89 persen dan Street Gallery sekitar 93 persen,” urai manajemen MKPI dalam Laporan tersebut.

BACA JUGA:Dari Kota Kasablanka Mall Bergulir Wisata Belanja

Waterpark juga mengalami beberapa kali perluasan area dan penambahan permainan baru. Renovasi terakhir dilakukan pada 2013, dan Pondok Indah Waterpark kembali beroperasi normal dengan konsep baru pada akhir 2014.

Terhitung 12 tahun sejak PIM 1 beroperasi, MKPI membangun PIM 2 di atas lahan seluas 4 hektare pada 2003 dan mulai beroperasi pada 2005.

PIM 2 memiliki delapan lantai dengan keseluruhan luas lantai yang dapat disewakan sekitar 58.296 meter persegi dan kapasitas parkir untuk sekitar 1.957 mobil di empat lantai basement.

“Per 31 Desember 2025, tingkat ketersewaan PIM 2 mencapai sekitar 99 persen,” jelas manajemen MKPI.

PIM 1 dan PIM 2 terhubung dengan dua buah jembatan pertokoan yang juga dapat disewakan, dengan nama Skywalk Utara (terdiri atas dua lantai) dan Skywalk Selatan (terdiri atas dua lantai). Perusahaan telah menandatangani perjanjian kerjasama pengelolaan jembatan dengan Pemda DKI sejak tahun 2008 selama 25 tahun.

Seiring terus meningkatnya jumlah pengunjung, MKPI pada 2017 mulai membangun PIM 3 di atas lahan sekitar 2,1 hektare, bersamaan dengan pembangunan Pondok Indah Office Tower (PIOT) 5 dan 6.

PIM 3 mulai beroperasi sejak Mei 2021, memiliki empat lantai dengan keseluruhan luas lantai yang dapat disewakan sebesar sekitar 28.817 meter persegi. Per 31 Desember 2025 tingkat ketersewaan PIM 3 mencapai sekitar 97 persen.

BACA JUGA:Bisnis Mal Metropolitan Kentjana Kinclong

“PIM 3 dan PIM 2 terhubung melalui bangunan jembatan menyerupai terowongan yang dikenal sebagai Skybridge,” urai manajemen MKPI.

Terkini, MKPI membangun PIM 5 di atas lahan sekitar 4 hektare pada 2024 dan mulai beroperasi Februari 2026.

Dari pengamatan landbank.co.id pada penghujung Juni 2026, PIM 5 dilengkapi dengan sejumlah fasilitas kuliner yang ciamik dan menggoda selera.

Selain itu, terdapat juga pusat perbelanjaan kebutuhan sehati-hari yang cukup ternama.

Saat ini, PIM 5 dan PIM 1 terkoneksi dengan jembatan penyeberangan orang (JPO). Manajemen MKPI juga berencana membangun jembatan yang menghubungkan PIM 3 dengan PIM 5.

Di sisi lain, kehadiran pusat perbelanjaan modern PIM memberi kontribusi pendapatan cukup signifikan bagi MKPI.

BACA JUGA:Bisnis Mal di Jakarta 2026, Begini Kata Konsultan

“Pendapatan dari penyewaan ruang perbelanjaan pada 2025 mengalami kenaikan sekitar 3 persen menjadi Rp1,28 triliun dari sebelumnya Rp 1,25 triliun pada 2024. Secara umum, rata-rata tingkat okupansi Pondok Indah Mall relatif stabil dari tahun ke tahun, yaitu sekitar sekitar 95 persen,” jelas manajemen MKPI.

 

(*)

Kategori :

Terkait