Denyut Permintaan Rumah Masih Ada, Begini Kata Leads Property

Senin 22-06-2026,16:21 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

“Penjualan rumah terpengaruh, tapi bersifat sementara. Hal itu mengingat kenaikan bunga lebih karena untuk menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil,” papar dia.

Baca juga: Tangerang Menyerap 50 Persen Lebih Penjualan Rumah

Hendra menambahkan, kehadiran insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen dapat membantu penjualan rumah.

“PPN DTP seharusnya membantu, walau bukan solusi utama. Sekalipun begitu, kalau insentif itu dicabut bisa menimbulkan masalah dalam penjualan rumah,” tegas Hendra.

 

Penjualan Kondominium

Sementara itu, permintaan kondominium pada kuartal kedua tercatat sebanyak 203 unit dengan tingkat penjualan 83,2 persen, sedangkan harga jual rata-rata tercatat Rp28,3 juta per meter persegi (m2).

Baca juga: Insentif PPN DTP Bantu Penjualan Apartemen Jakarta

Mengutip data Leads Property, jumlah pasokan pada kuartal kedua 2026 sebanyak 336 unit quater on quarter (qoq) sehingga total pasokan menjadi sebanyak 260.236 unit.

Menurut Martin, penjualan kondominium di Jakarta hingga akhir 2026 meningkat tipis menjadi 83,4 persen dengan permintaan tahunan berkisar 1.000-1.200 unit.

“Tingkat penjualan sedikit meningkat seiring dengan permintaan tahunan yang meningkat,” tutur Martin.

Dia menerangkan, permintaan kondominium masih berpusat di Jakarta Selatan dan berasal dari segmen menengah atas.

Baca juga: Diguyur Insentif, Begini Prospek Penjualan Rumah 2026

Untuk pasokan hunian vertikal itu, tambah dia, hingga akhir 2026 ditaksir mencapai sekitar 736 unit yoy sehingga total pasokan menjadi 260.636 unit.

Pasokan diperkirakan akan bertambah dari satu proyek baru di paruh kedua 2026, yaitu Eluna Casa Grande,” kata Martin.

Martin menambahkan, untuk harga jual kondominium di Jakarta hingga akhir 2026 ditaksir di level Rp28,8 juta.m2.

Tags :
Kategori :

Terkait