Jakarta, landbank.co.id – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Yayasan Buddha Tzu Chi terus mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Bandung, Jawa Barat.
Hingga saat ini, sebanyak 339 unit rumah telah berhasil direnovasi menjadi layak huni melalui program kolaboratif kedua pihak.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengatakan dari total target bantuan 500 unit rumah di Bandung, sebanyak 339 unit telah selesai direnovasi.
“Untuk di Bandung, total 500 unit yang dibantu oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Nilai renovasi satu unit kurang lebih Rp30 juta,” ujar Maruarar saat meninjau rumah yang telah direnovasi di Bandung, Jumat.
Ia menambahkan, sisa renovasi rumah tidak layak huni tersebut ditargetkan rampung pada akhir April 2026.
“Sisanya ditargetkan rampung pada akhir April 2026,” ungkapnya.
Menurut Menteri yang akrab disapa Ara itu, program renovasi rumah menjadi bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran kabinet untuk melakukan perubahan nyata di berbagai sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk penataan kawasan permukiman dan penyediaan hunian layak.
“Kita melakukan langkah-langkah strategis dan substansial sesuai perintah Presiden untuk membuat perubahan, termasuk di bidang perumahan dan ekonomi rakyat di kawasan permukiman, terutama perumahan kumuh,” katanya.
Maruarar juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap program gentengisasi rumah warga sebagai bagian dari peningkatan kualitas hunian masyarakat.
“Program gentengisasi akan terus didorong agar rumah masyarakat menjadi lebih adem, nyaman, dan memiliki kualitas bangunan yang lebih baik,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Ara menyampaikan bahwa program kolaboratif antara Yayasan Buddha Tzu Chi dan Kementerian PKP merupakan bagian dari percepatan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui sinergi pemerintah dan lembaga sosial.
Sepanjang 2025, kolaborasi lintas sektor ini tercatat telah berhasil merenovasi sebanyak 739 unit rumah.
Menteri Ara mengapresiasi kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Yayasan Buddha Tzu Chi yang dinilai konsisten membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian layak.
“Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang menjadi yayasan dengan kontribusi CSR terbesar dalam program renovasi rumah. Semangat gotong royong seperti ini harus terus diperkuat,” ujar Maruarar.
Ia menambahkan, penggunaan atap genteng dalam renovasi rumah juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), termasuk industri genteng lokal.
“Ke depan renovasi akan menggunakan genteng agar rumah lebih adem, nyaman, dan juga lebih indah. Nanti akan saya ajak semua pihak mengunjungi pabrik genteng di Majalengka untuk mendorong UMKM,” katanya.
Selain melalui skema CSR, pada 2026 Kementerian PKP juga akan mengalokasikan ribuan unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat dengan memanfaatkan basis data Badan Pusat Statistik (BPS) guna memastikan program tepat sasaran.
Berdasarkan data pemerintah daerah, di Kota Bandung sendiri masih terdapat sekitar 9.289 unit rumah yang masuk kategori tidak layak huni.
Melalui kolaborasi pemerintah dan lembaga sosial, percepatan penanganan RTLH di Kota Bandung diharapkan semakin efektif serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah secara berkelanjutan.
(*)