Emas Dunia Tembus US$ 4.800, Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Masa!

Rabu 21-01-2026,13:16 WIB
Reporter : yetto ceka
Editor : yetto ceka

Jakarta, landbank.co.id – Harga emas dunia (XAU/USD) kembali mencetak sejarah dalam perdagangan hari ini, Rabu, 21 Januari 2026, dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa.

Berdasarkan pantauan landbank.co.id dari data perdagangan sesi Asia, harga emas spot global melesat hingga menyentuh level US$4.873 per troy ounce.

Capaian tersebut menjadi rekor baru sekaligus menegaskan posisi emas sebagai aset lindung nilai utama di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Lonjakan harga emas dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor global, mulai dari memburuknya sentimen geopolitik, tekanan utang negara-negara maju, pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat, hingga meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral utama dunia.

Sebelumnya, pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, harga emas XAU/USD telah lebih dulu mencatatkan penguatan signifikan dengan bergerak di kisaran US$4.700 per troy ounce.

Tren penguatan tersebut kemudian berlanjut secara agresif hingga menembus level psikologis baru di atas US$4.800.

Dari sisi geopolitik, ketegangan global yang belum menunjukkan tanda mereda terus mendorong investor mengalihkan dananya ke aset aman.

Konflik regional, ketidakpastian kebijakan perdagangan antarnegara, serta meningkatnya risiko politik di sejumlah kawasan menjadi katalis utama lonjakan permintaan emas.

Selain itu, tekanan utang yang membebani negara-negara maju turut memperkuat sentimen positif terhadap emas. Investor semakin berhati-hati terhadap stabilitas fiskal global, sehingga memilih emas sebagai instrumen pelindung nilai terhadap potensi gejolak ekonomi.

Di sisi moneter, pelemahan dolar AS memberikan dorongan tambahan bagi harga emas. Indeks Dolar AS tercatat bergerak melemah seiring meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan membuka ruang pelonggaran kebijakan suku bunga dalam beberapa waktu ke depan.

Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah membuat emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga, menjadi semakin menarik.

Dengan menembus rekor tertinggi baru, pasar kini menanti arah pergerakan emas selanjutnya. Sejumlah analis menilai, selama ketidakpastian global masih mendominasi dan tekanan terhadap dolar AS berlanjut, harga emas berpotensi tetap berada dalam fase bullish, meskipun volatilitas jangka pendek diperkirakan akan meningkat.

(*)

Tags :
Kategori :

Terkait