Baca juga: Laba PANI Melambung
“Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, PANI berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp3,1 triliun, naik 48 persen yoy, dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp791 miliar, tumbuh 62 persen yoy,” ujar dia dalam keterangan tertulis dikutip Selasa, 25 November 2025.
Proyek Bernilai Tambah
Aguan menambahkan, peningkatan kinerja itu turut diikuti penguatan margin laba kotor menjadi 66 persen dan margin laba operasi mencapai 56 persen, menegaskan efisiensi yang semakin baik di seluruh lini bisnis.
“Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi sejak PANI berdiri dan mencerminkan kepercayaan pasar yang terus tumbuh,” jelas dia yang akrab disapa Aguan itu.
PANI akan terus berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan melalui pengembangan kawasan terpadu di PIK2 yang memiliki potensi ekonomi tinggi.
Baca juga: Ini Alasan PANI Patok Target Marketing Sales Rp5,3 Triliun
“Dengan total cadangan lahan seluas 1.855 hektare yang dikelola melalui 12 entitas anak, PANI memanfaatkan kekuatan portofolio tersebut untuk menghadirkan proyek-proyek bernilai tambah yang relevan dengan kebutuhan pasar dan mendukung pertumbuhan jangka panjang Perusahaan,” tutur Aguan.
Sementara itu, jumlah aset PANI tercatat sebesar Rp49,46 triliun per akhir September 2025, sedangkan pada akhir Desember 2024 masih senilai Rp46,57 triliun.
Liabilitas PANI turun dari Rp19,98 triliun pada akhir Desember 2024, sedangkan per akhir September 2025 sebesar Rp18,74 triliun.
Sebaliknya, ekuitas PANI meningkat dari semula Rp26,58 triliun pada akhir Desember 2024 menjadi Rp30,71 triliun per akhir September 2025.
Baca juga: Tak Hanya Laba, Aset PANI Juga Tumbuh: Sentuh Rp48,8 Triliun
Pemegang saham PANI per akhir September 2025 terdiri atas PT Multi Artha Pratama sebesar 89,93 persen dan masyarakat sebanyak 10,07 persen.
(*)