Alasan Pembelian Perabot Rumah yang Perlu Mendapat Perhatian

Selasa 07-10-2025,10:25 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Redaksi

Saat membeli kulkas atau AC, banyak orang hanya fokus pada harga awal, padahal konsumsi listrik justru yang memberi pengaruh jangka panjang. Produk dengan teknologi hemat energi memang bisa lebih mahal di awal, tapi selisih harga itu biasanya tertutup dalam beberapa tahun berkat tagihan listrik yang lebih rendah. Dalam horizon 5–10 tahun, produk hemat energi bisa menghemat jutaan rupiah.

 

  1. Menunda terlalu lama

Ada juga orang yang terlalu ragu untuk membeli, menunda berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Akibatnya, justru keluar biaya tambahan karena harus mencari alternatif lain yang lebih mahal. Misalnya, karena belum punya mesin cuci, akhirnya rutin laundry kiloan setiap minggu. Jika dihitung setahun, biaya laundry bisa lebih besar daripada cicilan mesin cuci itu sendiri.

 

Bagaimana Cara Merencanakannya?

Agar tidak salah langkah, berikut beberapa cara praktis merencanakan pembelian perabot rumah tangga:

Baca juga: Coway Indonesia: Rumah Sehat Fondasi Penting Keluarga

  1. Buat daftar prioritas

Tidak semua perabot harus dibeli sekaligus. Bedakan mana yang sifatnya esensial (kasur, kulkas, mesin cuci, kompor) dengan yang hanya menambah kenyamanan atau gaya hidup (TV layar besar, home theater, dekorasi mewah). Dengan begitu, dana bisa difokuskan dulu ke kebutuhan pokok yang benar-benar berdampak pada efisiensi hidup.

 

  1. Hitung manfaat ekonominya

Sebelum membeli, tanyakan: “Apakah barang ini bisa menghemat biaya, waktu, atau memberi dampak kesehatan yang lebih baik?”

Mesin cuci: mengurangi biaya laundry.

Kulkas: menekan pengeluaran makan di luar.

Kasur ergonomis: mengurangi biaya kesehatan jangka panjang akibat masalah tidur.

Baca juga: Schneider Electric Siapkan Solusi Gedung Berkelanjutan

Kalau jawabannya “ya”, artinya pembelian ini lebih dekat ke investasi daripada sekadar konsumsi.

 

  1. Cari kualitas, bukan sekadar harga
Tags :
Kategori :

Terkait