“Latar belakangnya, saat ini, ratusan developer masih mengandalkan dana dari perbankan, namun belum melirik sumber pendanaan lain seperti pasar modal,” kata Arvin.
Selain itu, tambah Arvin, pihaknya juga memfasilitasi koneksi developer dengan lembaga-lembaga pembiayaan internasional seperti private equity dan venture capital.
Baca juga: Bisnis Properti Jakarta Terus Menggeliat, Masih Potensial
“Terkait hal itu, kami akan membentuk Jakarta Property Index untuk memberikan informasi yang lebih berkualitas sehingga prospek investasi sektor properti Indonesia lebih dikenal dan difahami oleh para investor,” papar Arvin.
(*)