Pendapatan CTRA Tumbuh, Ini Kontributor Utamanya

Kamis 15-05-2025,12:42 WIB
Reporter : Edo Rusyanto
Editor : Edo Rusyanto

Sebaliknya, ekuitas CTRA terlihat meningkat, yakni dari Rp24,61 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp25,29 triliun per akhir Maret 2025.

 

Proyeksi 2025

Memasuki tahun 2025, Perseroan menyongsong dengan optimisme dan strategi pertumbuhan yang semakin terarah.

Walaupun masih ada tantangan dalam ekonomi global, namun kondisi ekonomi Indonesia diprediksi akan terus membaik dengan pertumbuhan ekonomi pada level 5 persen.

“Perseroan juga memproyeksikan bahwa tren pertumbuhan industri properti nasional akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya stabilitas makroekonomi domestik dan kepercayaan investor,” dilansir Annual Report CTRA 2024.

Data dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan bahwa sektor properti merupakan salah satu kontributor terbesar dalam struktur investasi nasional.

Optimisme tersebut diperkuat dengan tingginya permintaan, tingkat suku bunga yang cenderung stabil, dan insentif dari Pemerintah terkait kelanjutan program Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Baca juga: Strategi Joint Operation Ciputra Berbuah Manis, Raih Rp5,79 Triliun

Berdasarkan pencapaian pre-sales tahun 2024 yang kuat, Perseroan menetapkan target sebesar Rp11,0 triliun untuk pre-sales tahun 2025. Strategi Perseroan akan tetap berfokus pada pemanfaatan diversifikasi geografis melalui bisnis model kerja sama operasi yang efektif untuk mengembangkan proyek-proyek di seluruh Indonesia.

Perseroan akan tetap berkonsentrasi pada produk perumahan segmen menengah atas dan segmen di atasnya serta pengguna akhir (end-user) sebagai pendorong utama. Inisiatif strategis ini akan memperkuat ketahanan Perseroan di tengah kondisi pasar yang terus berkembang. Selanjutnya, pre-sales diharapkan akan mendapatkan manfaat dari kelanjutan insentif PPN DTP.

Untuk itu, Perseroan kembali menerapkan strategi percepatan konstruksi untuk meningkatkan pasokan (supply) yang memenuhi kriteria dan menargetkan pre-sales senilai minimum Rp2,0 triliun dari tambahan unit ini.

(*)

Tags :
Kategori :

Terkait