Dari sisi aset, TUGU memiliki lima gedung perkantoran di Indonesia. Hal ini belum termasuk dengan gedung perkantoran di luar negeri yang saat ini sedang proses penjualan.
Berikutnya, total ekuitas TUGU secara konsolidasi mencapai Rp10,5 triliun, dan hanya Rp5,7 triliun yang dicatatkan pada Tugu Insurance sebagai induk atau parent only.
Menurut Azis, secara bisnis PMS memiliki prospek yang positif karena saat ini banyak perusahaan yang mulai mengurangi pembelian mobil dinas dan menggantinya dengan sewa.
Hal ini akan mengurangi beban perusahaan tersebut secara akuntansi terutama pada sisi beban depresiasi kendaraan dinas dan biaya lain-lainnya seperti, asuransi, pajak kendaraan hingga perawatan.
Baca juga: Berbekal 354 Outlet, PRDA Raup Rp2,25 Triliun
“Jadi potensi ke depan pasti terbuka lebar, tinggal bagaimana pemasarannya saja karena perusahaan rental kendaraan sudah cukup banyak,” ujarnya.
Di sisi lain, tuturnya, ada potensi PMS pada captive market yakni penyewaan truk pengangkut BBM dan gas.
Potensi pasar ini cukup besar karena banyak di perusahaan induk serta mitranya juga sudah banyak yang menggunakan sistem sewa untuk mengurangi belanja modal yang besar di awal.
“Di sini bisa menjadi keunggulan lain dari PMS karena tidak banyak perusahaan rental kendaraan yang berani bermain di segmen ini,” ujarnya.
Tugu Insurance mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp700,85 miliar pada 2024.
Hal ini ditopang oleh penghimpunan premi bruto yang meningkat 10,73 persen yoy menjadi Rp8,54 triliun. Adapun pendapatan underwriting naik 13,8 persen yoy menjadi Rp2,97 triliun.
Bila dirinci kenaikan premi banyak disumbang oleh segmen properti dan kebakaran yang meningkat 38,2 persen yoy menjadi Rp3,81 triliun.
Segmen onshore juga melesat 395 persen yoy dengan nilai Rp338,76 miliar.
Azis menilai, segmen properti dan kebakaran akan tetap menjadi mesin pertumbuhan TUGU pada tahun ini.
Hal tersebut ditopang oleh pertumbuhan properti-properti bisnis, baik pabrik, smelter, hingga pembangkit listrik.
Baca juga: Investor Domestik Guyur Rp76 Triliun Tiga Subsektor Properti Ini