Sebelum tinggal di Rusun tersebut, tambahnya, dia dan keluarga tinggal mengontrak rumah tetapi kontrakan di sekitar sini harganya sudah cukup mahal, yakni sekitar Rp1 jutaan.
“Sementara itu, di sini (di Rusun) lebih murah, hanya Rp500 ribu perbulan. Saya berterimakasih kepada pemerintah karena sudah menyediakan hunian yang layak bagi kami masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” tuturnya.
(*)