Saat WFH, Perhatikan Tiga Hal Ini Terkait Polusi Udara

Minggu 27-08-2023,08:10 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Redaksi

Jakarta, landbank.co.id– Belakangan ini isu polusi udara di kota Jakarta demikian santer dibahas media arus utama maupun di jagat media sosial.

Polusi udara dinilai sudah pada tahap merisaukan aktifitas masyarakat.

Di sisi lain, papar manajemen Coway International Indonesia dalam keterangan tertulisnya, meski udara dalam ruangan tampak lebih bersih dibanding udara di luar, nyatanya tidak demikian.  Masih ada bayang-bayang polusi udara.

National Library of Medicine menerbitkan sebuah jurnal terkait hal ini. Polusi udara dalam ruangan yang dikenal sebagai Indoor Air Pollution (IAP) merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan menjadi penyebab jutaan kematian setiap tahunnya.

Kualitas udara di dalam dan di sekitar bangunan yang berkaitan dengan kesehatan dan kenyamanan penghuni dapat ditentukan dari Index Air Quality (IAQ).

Parameter utamanya adalah keberadaan polutan dengan konsentrasi tinggi yang berdampak negatif bagi kesehatan. Meski ada dimana-mana, polusi udara di dalam ruangan dapat diminimalisir.

Coway, perusahaan pemurni air dan udara nomor satu Korea Selatan, memaparkan hal yang perlu diperhatikan di sini;

 

Pertama, kenali sumber polusi dari benda-benda sekitar.

Bahan bangunan pada umumnya seperti perekat, pernis, cat, penyegel, serta pelapis lantai PVC, parket, linoleum atau pun karpet karet dan kayu berlapis, dapat melepaskan senyawa beracun–misalnya alkana, senyawa aromatik, asetofenon, stirena, toluena, glikol, texanol, keton, ester, siloksan, dan formaldehida.

Dalam konsentrasi tinggi, paparan senyawa ini menjadi penyebab iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, sakit kepala, kehilangan koordinasi dan mual, hingga kerusakan organ tubuh seperti hati, ginjal, dan syaraf.

Ruangan juga dapat menjadi tempat ideal berkembangnya jutaan jamur, jamur, serbuk sari, spora, bakteri, virus, dan serangga seperti tungau dan kecoak–yang turut memperburuk konsentrasi polusi.

Laptop atau komputer, mesin fotokopi, printer, dan peralatan penunjang work from home (WFH) lainnya juga mengeluarkan ozon yang buruk bagi pernapasan. Cermat memilih bahan bangunan dan perabot rumah, ditambah rutin menjaga kebersihan, menjadi langkah tepat untuk meminimalisir dampak Kesehatan dari sumber polusi dalam ruangan.

 

  1. Perhatikan aktivitas dalam ruangan

Kondisi suhu dan kelembaban tertentu juga menjadi parameter utama IAQ. Ketika suhu di ruangan tinggi, beberapa jenis senyawa kimia dapat lebih mudah dilepaskan. Kegiatan memasak, memanaskan makanan, merokok, menyalakan kompor atau perapian yang berhubungan dengan panas berkontribusi terhadap pelepasan particulate matter (PM) ke udara dalam ruangan. Particulate Matter, perpaduan partikel padat dan cair yang mengambang di udara, terbukti berbahaya bagi mereka yang memiliki penyakit jantung dan paru-paru, mengakibatkan serangan jantung non-fatal, asma kronis, dan penurunan fungsi paru-paru.

Tags :
Kategori :

Terkait