Pencapaian ini terutama berasal dari penjualan tanah matang kawasan industri senilai Rp567,4 miliar dengan lahan seluas 18 hektare.
Sementara itu, untuk produk tanah dan bangunan sebesar Rp365,4 miliar, berasal dari bangunan pabrik (standard factory building) dan produk residensial komersial masing-masing sebesar Rp292,7 miliar dan Rp72,7 miliar.
Dari penjualan tanah matang dan bangunan pabrik yang totalnya mencapai Rp860 miliar, 48 persen investor domestik sedangkan 52 persen berasal dari investor asing, terutama dari Korea dan China.
Penjualan tunggal terbesar adalah penjualan lahan seluas 6 hektare kepada perusahaan Korea di sektor personal care dan 4 hektare kepada sebuah perusahaan Indonesia di sektor data center.
Kendal menyumbang marketing sales sebesar Rp2,51 triliun dari 142 hektare lahan pada 2025, meningkat sekitar 17 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp2,14 triliun.
Baca juga: Jababeka Beri Sinyal Mau Tambah Landbank
Di Kendal, investor asing mendominasi dengan kontribusi sekitar 89 persen dari total nilai penjualan pemasaran tahun 2025, yang terutama berasal dari China, Hong Kong, dan Taiwan, sedangkan investor domestik menyumbang 11 persen sisanya.
Transaksi terbesar di kawasan Kendal sepanjang tahun 2025 mencakup penjualan lahan kepada perusahaan asal China untuk sektor industri ban seluas 8 hektare, bahan bangunan seluas 7 hektare, dan furnitur seluas 13 hektare.
Selain dari China, Perseroan juga mencatatkan penjualan lahan seluas 12 hektare kepada perusahaan furnitur asal Indonesia, serta satu transaksi penjualan lahan seluas 13 hektare kepada perusahaan kemasan asal Hong Kong.
Baca juga: Jababeka Bidik Marketing Sales Rp3,5 Triliun
Per akhir September 2025, para pemegang saham KIJA terdiri atas Mu Min Ali Gunawan sebesar 21,09 persen, Islamic Development Bank 11,53 persen, saham treasuri persen, dan lain-lain (masing-masing di bawah 5 persen) sebanyak 66,17 persen.
(*)





