2026, Harga Apartemen di Jakarta Tetap Bertumbuh

Harga apartemen hak milik alias apartemen jual di Jakarta diprediksi hanya naik tipis pada 2026 disandingkan setahun sebelumnya/foto: landbank.co.id

“Konsep ini bisa diterapkan pada produk menengah atas, idealnya seperti ini. Tapi, kalau daya beli masyarakat lebih banyak menengah bawah,” papar Ferry dalam paparan virtula dipantau dari Jakarta, baru-baru ini.

 

Bacaan Lainnya

Pasokan Apartemen

Sementara itu, riset Colliers Indonesia pada kuartal ketiga 2025 menyebutkan bahwa pasar apartemen Jakarta mempertahankan momentum yang stabil. Meskipun pertumbuhannya lambat, hampir semua wilayah Jakarta menunjukkan kontribusi terhadap pasokan yang akan datang.

Jakarta Selatan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan di segmen menengah ke atas, sementara Jakarta Timur dan Jakarta Barat memperkuat posisi mereka di kategori pasar menengah, mencerminkan permintaan yang semakin tersegmentasi.

Terkait pasokan, riset Colliers Indonesia itu juga memerlihatkan bahwa pasokan apartemen di Jakarta tumbuh sekitar satu persen per tahun dari tahun 2026 hingga 2027, atau sekitar 1.200 unit per tahun.

Baca juga: Insentif PPN DTP Bantu Penjualan Apartemen Jakarta

Dari total pasokan itu Jakarta Selatan tetap menjadi kontributor utama.

Terkini, Colliers Indonesia memrediksi bahwa sepanjang 2026-2028, Jakarta Selatan memasok 66 persen apartemen di Jakarta.

Selebihnya, dalam rentang waktu itu, tersebar di Jakarta Timur sebanyak 16 persen dan Jakarta Barat sebesar 9 persen.

Dari total pasokan dalam rentang waktu 2026-2028, tipe apartemen yang paling banyak mengguyur pasar adalah segmen menengah, yakni sebanyak 45 persen.

Segmen kedua terbanyak adalah menengah atas (42 persen), apartemen mewah (9 persen), dan apartemen kelas atas (3 persen).

Di sisi lain, riset Colliers Indonesia menyebutkan bahwa mayoritas pembeli apartemen di Jakarta adalah kalangan pengguna langsung alias end user, yakni sebanyak 52 persen.

Baca juga: Giliran Colliers Angkat Suara Soal Apartemen Jakarta

Sisanya, para pembeli apartemen di Jakarta datang dari kalangan investor, yaitu sebanyak 48 persen.

Untuk skema pembelian, mayoritas konsumen memilih kredit pemilikan apartemen atau KPA, yaitu sebesar 45 persen.

Selain itu, skema pembayaran kedua terbesar adalah dengan pembelian tunai (32 persen) dan tunai bertahap sebanyak 24 persen.

 

(*)

Pos terkait