Jakarta, landbank.co.id– Harga apartemen hak milik alias apartemen jual di Jakarta diprediksi hanya naik tipis pada 2026 disandingkan setahun sebelumnya.
Terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi pertumbuhan harga apartemen di Jakarta.
Dari sejumlah faktor, pertumbuhan harga apartemen juga dipengaruhi oleh perkembangan pembangunan hunian vertikal tersebut.
Mengutip riset Colliers Indonesia, pada 2025, harga rata-rata apartemen di Jakarta stabil di angka Rp36 juta per meter persegi.
Pertumbuhan tertinggi, masih mengutip riset itu, terjadi pada apartemen yang terletak di kawasan pusat bisnsi (central business district/CBD) Jakarta, diikuti oleh apartemen di Jakarta Selatan.
“Area lainnya mengalami penurunan akibat persaingan penjualan pada akhir tahun 2025,” dilansir riset tersebut.
Baca juga: Lima Pengembang Mencatat Pertumbuhan Penjualan Apartemen
Pada 2025, segmentasi kelas menengah atas dan mewah, mengangkat harga tumbuh 3 persen di CBD Jakarta dibandingkan dengan tahun 2024.
Secara rerata, harga tumbuh moderat, namun lebih tinggi dari kenaikan harga pada 2024.
Colliers Indonesia menyebutkan bahwa rerata biaya pemeliharaan (service charge) hampir mencapai Rp40 ribu per meter persegi di CBD Jakarta dan Jakarta Selatan.
Memasuki tahun 2026, harga diperkirakan menyentuh angka Rp37 juta per meter persegi.
Baca juga: 70 Persen Apartemen Jakarta yang Terjual Merupakan Siap Huni
“Transisi dari tahap konstruksi ke siap huni pada proyek yang sama di proyeksikan mendorong kenaikan harga hingga satu persen,” dikutip dari riset itu.
Menurut Ferry Salanto, head of research Colliers Indonesia, saat ini, produk hunian yang mendukung gaya dan kualitas hidup sehat lebih menarik konsumen.





